KISAH- KISAH MENARIK TENTANG ABU NAWAS || Sultan-Penghayal
Oke teman-teman pada kesempatan kali ini saya akan kembali memberikan sebuah kisah menarik dari seorang sosok Abu Nawas. Yang dimana beliau ini sering sekali membuat para orang yang ada disekitarnya merasa heran.
Dikesempatan ini saya akan ceritakan tentang beliau yang berjudul "BUANG AIR BESAR DITEMPAT TIDUR" mungkin cerita ini lumayan lucu tinggal kalian baca aja dengan teliti.
Langsung aja kita ke ceritanya
BUANG AIR BESAR DITEMPAT TIDUR
Pada suatu hari Abu Nawas kedatangan tamu, yang dimana tamu tersebut adalah utusan dari baginda Raja Harun Ar-Rasyid.
"Kami diutus oleh Baginda Raja untuk buang air besar ditempat tidurmu. Karena ini adalah perintah dari Baginda Raja maka kamu tidak boleh menolak" Kata salah satu utusan Raja.
"Saya sama sekali tidak keberatan. Silahkan jika kalian mampu melaksanakan perintah dari Baginda Raja" Jawab Abu Nawas dengan tenang.
"Betul?" Tanya utusan Raja dengan heran.
"Iya silahkan saja" Sahut Abu Nawas.
Abu Nawas dengan geram mengawasi orang-orang itu yang akan beranjak ke tempat tidur beliau.
"Berak ditempat tidur? Benar-benar kurang ajar kelewat batas!" Geram Abu Nawas dalam hati.
Pada saat mereka hendak bersiap-siap buang air, tiba-tiba Abu Nawas berkata,
"Hai, maaf ada yang lupa saya sampaikan kepada kalian" Ucap Abu Nawas
"Apa itu?" Jawab utusan yang tadi.
"Saya ingatkan kepada kalian supaya kalian tidak melebihi perintah Baginda Raja. Jika kalian melanggar, saya akan pukul tengkuk kalian dengan pentungan, setelah itu baru saya laporkan kepada Baginda Raja bahwa kalian melanggar perintahnya." Jelas Abu Nawas dengan serius. Dan seketikan Abu Nawas pun mengambil pentungan kayu besar.
"HAH, apa yang kau maksud Abu Nawas?" Tanya utusan raja.
"Ingat!!!" Kata Abu Nawas dengan tegas. "Perintah Baginda hanya buang air besar di tempat tidur saja" Kata Abu Nawas.
"Iya Betulll." Jawab Utusan Baginda dengan enteng.
"Hanya buang air besar yahh! Jadi kalian tidak boleh kencing! tidak boleh lepas celana! Tidak boleh cebok! Dan selainya. Hanya Buang air besar saja!" Jelas Abu Nawas
"Wah!!! Itu tidak mungkin kami pasti kencing juga" Bantah Utusan Raja.
"Iya sebab kalian melanggar perintah Baginda Raja" Jawab Abu Nawas.
Kemudian mereka bertiga saling pandang sambil cengar-cengir
"Kalau begitu saya tidak sanggup mengerjakan perintah Baginda Raja" Ucap salah satu utusan.
"Itu bukan urusan saya" Jawab Abu Nawas
"Abu Nawas" Tiba-tiba terdengar suara Jakfar yang memanggil Abu Nawas dari luar pintu Beliau.
Kemudian Abu Nawas pun segera keluar rumah untuk menemui orang kepercayaan Baginda Raja Harun Ar-Rasyid. Diikuti dengan ketiga utusan Raja yang hendak buang air besar.
"Aku sudah mendengar perdebatan kalian. Baginda memang memerintahkan buang air besar ditempat tidurmu. Jika ketiga orang ini sanggup mereka masing-masingakan dapat hadiah seribu dirham. Dan jika gagal mereka boleh saja kau pukul sesuka hatimu." Kata Jakfar dengan jelas.
"Ohh begitu, lalu hadiah Baginda untukku berupa apa?" Tanya Abu Nawas dengan keheranan.
"Sekarang juga kau boleh menghadap kepada Baginda untuk mendapatkan tiga ribu dirham" Jelas Jakfar.
"Haaa.....!!!" Seru Abu Nawas dengan riang gembira dan bahagia sembari ia mengambil pentungan. Lalu tiga orang utusan Baginda yang mau buang air besar tadi dipentungi pantatnya oleh Abu Nawas.
"Bukkk....! Buk.....! Bukkkk!"
"Ampun Abu Nawas!" Kata seorang utusan.
"Mau buang air ditempat tidurku lagi hahh?" Tanya Abu Nawas sambil tertawa.
"Tidakkk!!! Ampunnn....!" Ketiga orang itu pun langsung lari terbirit-birit. AKhirnya Jakfar dan Abu Nawas pun terlepas tawa sampai terpingkal-pingkal.
"Abu Nawas, Baginda yakin kau dapat mengatasi masalah ini. Beliau memang menginginkan kehadiranmu diistana untuk menghibur hatinya yang gundah." Jelas Jakfar sambil menuju ke Istana
Selesai
Baik temen-teman itu tadi sepenggal ceritanya tentang tiga orang utusan yang diutus untuk buang air besar ditempat tidur Abu Nawas.
Semoga kalian suka dan bisa menjadi manfaat.
*Kalian boleh Request juga yahh cerita yang ingin kalian baca juga ^_^

Komentar
Posting Komentar