KISAH- KISAH MENARIK TENTANG ABU NAWAS || Sultan-Penghayal

CERITA LUCU ABU NAWAS



Oke teman-teman ini adalah blog Perdana saya. Pada blog perdana ini saya akan berbagi cerita lucu dari Abu Nawas Sang Pujangga Arab. Ya, mungkin itulah sebutan yang cocok bagi saya. Mungkin teman-teman sudah mengenal sosok Abu Nawas bukan? Ya, beliau adalah seorang penyair terbesar sastra Arab klasik. Ia lahir di kota Ahfaz, Iran di negeri Persia, dengan darah Arab dan Persia mengalir di tubuhnya.        

Oiyaa, apakan kalian sudah tau siapa nama asli beliau? Nama beliau adalah Abu-Ali Al-Hasan bin Hani Al-Hakami. Okeee langsung aja ga usah banyak kata-kata lagi, kita langsung To The Point. 

Cerita Abu Nawas pada kesempatan kali ini adalah tentang sayembara yang membahas perihal ayam. Berikut adalah cerita singkatnya. 


DEBAT KUSIR TENTANG AYAM

Suatu hari ketika Baginda melihat ayam betinanya bertelur, Baginda tersenyum dan sangat senang. Kemudian Beliau memanggill pengawalnya dan mengerahkannya untuk memberitahukan kepada seluaruh rakyatnya bahwa kerajaan mengadakan sayembara untuk umum. Sayembara tersebut yaitu berupa pertanyaan mudah tetapi memerlukan jawaban yang tepat dan masuk akal.

Barang siapa yang bisa menjawab pertanyaan itu akan mendapatkan imbalan yang sangat menggiurkan. Berupa satu pundi yang penuh berisi dengan uang emas. Tetapi, bila tidak bisa menjawab maka akan sebaliknya, yaitu hukuman yang akan menjadi akibatnya.

Banyak sekali rakyat yang ingin mengikuti sayembara itu terutama para orang-orang miskin. Bahkan beberapa dari mereka pun sampai meneteskan air liur. Mengingat dari beratnya hukuman tersebut maka tidak heran lagi jika pesertanya hanyalah empat orang. Dan salah satu dari empat orang tersebut adalah Abu Nawas.

Peraturan main sayembara itu ada dua macam yaitu : Pertama, jawaban dari peserta harus masuk akal. Dan kedua, peserta harus mampu menjawab sanggahan dari Baginda. Kemudian pada hari yang telah ditentukan para peserta sudah siap berada didepan panggung. Dan Baginda pula duduk diatas panggung tersebut.

Beliau memanggil peserta yang pertama. Peserta pertama maju dengan tubuh gemetar. Lalu Baginda bertanya :

"Manakah yang lebih dulu, telur atau ayam?"
"Telur" Jawab peserta pertama.
"Apa Alasannya?" Tanya Baginda
"Bila ayam lebih dahulu, itu tidak mungkin. Karena ayam berasal dari telur" Jelas peserta pertama
"Kalau begitu siapa yang mengerami telur itu?" Sanggah Baginda

Peserta pertama langsung pucat. Wajahnya pun mendadak berubah menjadi putih pucat seperti halnya mayit. Ia tidak bisa menjawab dan tanpa ampun ia pun dimasukkan kedalam penjara.

Kemudian peserta kedua pun langsung maju. Ia langsung berkata :

"Paduka yang mulia, sebenarnya telur dan ayam itu tercipta dalam waktu yang bersamaan" Jawabnya
"Bagaimana bisa bersamaan?" Tanya Baginda
"Bila ayam lebih dulu itu tidak mungkin, karena ayam berasal dari telur. Dan apabila telur lebih dahulu itu juga tidak mungkin, karena telur tidak bisa menetas tanpa dierami" Kata peserta kedua dengan pantang
"Bukankah ayam betina bisa bertelur tanpa ayam jantan?" Sanggah Baginda dengan memojokkan.
Peserta kedua pun bingung. Ia langsung dijebloskan ke dalam penjara.

Lalu giliran peserta yang ketiga. Ia berkata :

"Tuanku yang mulia, sebenarnya ayam tercipta lebih dahulu dibanding telur" Katanya.
"Sebutkan alasanmu." Kata Baginda.
"Menurut hamba yang pertama tercipta adalah ayam betina" Jelas peserta ketiga.
"Lalu bagaimana ayam betina bisa beranak-pinak seperti sekarang. Sedangkan ayam jantan tidak ada?" Kata Baginda memancing.
"Ayam betina bisa bertelur tanpa ayam jantan. Telur di eraminya sendiri, lalu menetas dan menurunkan akan ayam jantan. Kemudian menjadi ayam jantan dewasa dan mengawini induknya sendiri." Peserta ketiga yang berusaha menjelaskan.
"Bagaimana ayam betina mati sebelum ayam jantan yang sudah dewasa sempat mengawininya?"

Akhirnya peserta ketiga pun tidak bisa menjawab sanggahan dari Baginda tersebut. Dan ia pun dimasukkan kedalam penjara.

Kini telah tiba giliran Abu Nawas. Ia kemudian berkata :

"Yang pasti adalah telur dulu, baru ayam."
"Coba terangkan secara logis" Kata Baginda penasaran.
"Ayam bisa mengenal telur, tapi sebaliknya telur tidak mengenal ayam." Kata Abu Nawas dengan singkat.

Agak lama Baginda Raja merenung. Kali ini Baginda tidak menyaggah alasan Abu Nawas.

Dan itulah tadi kisah singkat tentang sayembara Kerajaan tentang terciptanya telur dan ayam mana yang lebih dulu. Semoga cerita singkat ini bisa jadi Inspirasi buat kita semua yaaaa. ^_^




Komentar

  1. To be continue... Kakaa😊

    BalasHapus
  2. Ka tolong buatin cerita yang lainnya lagi dong seru juga ceritanyaa..

    BalasHapus
  3. Ka buatin lagi dong yang menarik...

    BalasHapus

Posting Komentar